Inovasi Pengelolaan Sampah: Peresmian Insinerator Hasil Kolaborasi KKN-PPM USM XXVIII dan Desa Turunrejo

Inovasi Pengelolaan Sampah: Peresmian Insinerator Hasil Kolaborasi KKN-PPM USM XXVIII dan Desa Turunrejo Inovasi Pengelolaan Sampah: Peresmian Insinerator Hasil Kolaborasi KKN-PPM USM XXVIII dan Desa Turunrejo

BRANGSONG, KENDAL — Langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurai permasalahan sampah kembali ditunjukkan di Kabupaten Kendal. Pemerintah Desa Turunrejo bekerja sama dengan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVIII Universitas Semarang (USM) secara resmi meluncurkan fasilitas baru berupa Insinerator Sampah yang ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, pada Senin pagi (3/8/2026). 

Kegiatan peresmian dan penyerahan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan hangat. Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Brangsong yang hadir mewakili Camat Brangsong, perwakilan pemerintah desa, Supervisor Korcam Brangsong Edi Widodo, S.Kom., M.Kom., Koordinator Kecamatan Yanuar Prasetyo Utomo, pengelola TPS 3R, serta jajaran mahasiswa KKN-PPM USM XXVIII. 

Sinergi Nyata Akademisi dan Pemerintah Daerah

Pembangunan serta penyerahan unit insinerator sampah ini merupakan manifestasi dari program kerja unggulan KKN-PPM XXVIII Universitas Semarang di wilayah Korcam Brangsong. Kehadiran fasilitas teknologi tepat guna ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan tantangan pengolahan sampah di tingkat tapak. 

Dalam sambutannya, perwakilan Kecamatan Brangsong menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif, kerja keras, serta kepedulian yang ditunjukkan oleh para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Semarang. Inovasi alat insinerator ini dinilai sangat tepat sasaran dalam membantu mempercepat pemusnahan volume sampah residu yang kerap menjadi kendala utama di kawasan permukiman warga. 

Mengoptimalkan Peran TPS 3R Desa Turunrejo

Keberadaan insinerator ini memperkuat peran penting TPS 3R Desa Turunrejo sebagai pusat pengolahan limbah lingkungan yang mandiri. Melalui penggunaan alat pemusnah sampah ini, proses pengelolaan kebersihan di wilayah Desa Turunrejo dapat berjalan jauh lebih optimal, efektif, dan berkelanjutan. 

Insinerator dirancang khusus untuk meminimalkan penumpukan sampah serta mengolah limbah residu yang sulit didaur ulang secara manual. Langkah inovatif ini juga mendukung visi pembangunan daerah Kendal Berdikari sekaligus mengimplementasikan core values BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta semangat Bangga Melayani Bangsa dalam menghadirkan pelayanan publik terbaik di bidang lingkungan hidup. 

Prosesi Penyerahan dan Uji Coba Pengoperasian

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan teknis penggunaan alat oleh tim KKN USM, dilanjutkan dengan serah terima secara simbolis kepada pengelola TPS 3R Desa Turunrejo. Acara puncak ditandai dengan peresmian prasasti insinerator serta peninjauan langsung pengoperasian alat di lokasi. 

Aktivitas pembakaran perdana disaksikan secara bersama-sama oleh pejabat kecamatan, supervisor KKN, pengelola TPS 3R, dan warga setempat. Api pertama yang menyala di ruang pembakaran menjadi simbol dimulainya babak baru pengolahan sampah yang lebih bersih, terstruktur, dan ramah lingkungan di Desa Turunrejo. 

Harapan Dampak Berkelanjutan Bagi Masyarakat

Melalui hadirnya insinerator ini, Pemerintah Kecamatan Brangsong dan Universitas Semarang berharap masyarakat Desa Turunrejo dapat terdorong untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan tidak berhenti saat masa KKN usai, melainkan menjadi awal dari komitmen jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, hijau, dan bebas dari permasalahan sampah.